Gejala Kanker Serviks!

Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker, yang fokus serangan atau perkembangannya ada di bagian leher rahim (bagian pintu masuk ke rahim dari bagian organ intim). Oleh sebab itu, kanker ini hanya akan dialami oleh wanita. Berbicara tentang gejala kanker serviks, melakukan diagnosa sendiri sangatlah sulit. Mengapa? Karena umumnya tidak ada gejala pada tahap awal terjadinya kanker serviks.


                                                             Gejala Kangker Serviks
Oleh sebab itu, dibutuhkan suatu diagnosa oleh ahli, yang biasa disebut dengan skrining serviks atau dahulu disebut dengan nama test smear. Pada saat skrining, bagian kecil dari sel-sel yang ada di leher rahim diambil dan diperiksa di bawah mikroskop. Bila ada kelainan, maka bisa jadi hal tersebut berisiko kanker serviks. Meski begitu, kelainan atau abnormalnya sel pada leher rahim tidak mesti karena adanya kanker. Bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh infeksi, yang setidaknya menimbulkan sel pra-kanker yang lebih mudah diobati.

Wanita berusia 25-49 tahun dianjurkan untuk melakukan skrining sebanyak 3 tahun sekali, 50-64 tahun 5 tahun sekali, dan 65 tahun ke atas diberikan penawaran skrining bila muncul gejala abnormal secara dini atau baru-baru saja.

Meski gejala kanker serviks yang tepat adalah dengan pemeriksaan, namun Anda sebagai wanita juga bisa coba mengetahui dengan mempelajari keadaan yang ada. Umumnya gejala yang timbul adalah terjadinya pendarahan abnormal. Bila terjadi pendarahan seperti itu, maka sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter, khususnya spesialis.

Pendarahan abnormal (tidak biasa)

Biasanya pendarahan yang menjadi gejala pertama kanker serviks terlihat setelah melakukan hubungan intim (pendarahan pasca kaotus). Pendarahan juga bisa terjadi pada waktu lainnya, selain dari periode bulanan yang umum terjadi pada setiap wanita (antara periode menstruasi).

Pendarahan setelah masa menopause juga bisa jadi tanda yang muncul dan berisiko kanker serviks. Selain itu, pendarahan juga bisa dalam bentuk bercak. Menstruasi yang panjang dan berat juga patut diwaspadai.

Gejala abnormal awal lainnya

Selain pendarahan, nyeri saat berhubungan intim juga sebaiknya membawa Anda pergi ke dokter. Terlebih bila terjadi keputihan yang berlebihan, karena salah satu penyebab timbulnya keputihan aneh adalah gejala kanker serviks, meski ada pula masalah kesehatan lainnya. Selain itu, gejala lainnya adalah munculnya sakit (nyeri) punggung bagian bawah.

Gejala stadium lanjut

Ada banyak kemungkinan gejala kanker serviks yang timbul bila sel kanker sudah benar-benar muncul. Di antara kemungkinan tersebut adalah anemia, dikarenakan pendarahan yang abnormal. Selain itu, muncul juga masalah-masalah yang berhubungan dengan buang air kecil. Hal tersebut disebabkan oleh penyumbatan dari ginjal atau lebih khususnya ureter.


Gejala yang berbahaya lainnya yang hendaknya dilakukan pemeriksaan ke dokter adalah timbulnya kebocoran urin atau feses ke dalam organ kewanitaan. Hal semacam ini bisa terjadi ketika pembukaan yang abnormal (fistula), yang tepatnya terjadi pada bagian organ kewanitaan dan rektum (kandung kemih). Selain itu, penurunan berat badan yang aneh juga bisa menjadi salah satu penyebab kanker serviks stadium lanjut.

Ini Alasan Kenapa Pria Harus Punya Jenggot

Ini Alasan Kenapa Pria Harus Punya Jenggot. Jenggot saat ini sudah menjadi tren di dunia, percaya atau tidak. Kebanyakan masyarakat barat menumbuhkan jenggot sekedar untuk gaya saja. Sebagian lainnya tidak suka akan hal tersebut, terlebih jika hanya sekedar untuk fashion. Namun begitu, bagi Anda yang sekarang sudah memiliki jenggot, maka berbahagialah. Ada banyak alasan baik di balik tumbuhnya jenggot menurut banyak penelitian ahli.


Menjadi penghalang sinar UV
Menurut penelitian secara ilmiah disebutkan bahwa jenggot yang tebal mampu menghalangi 95 persen bagian kulit dari terpaan sinar UV matahari. Selain dapat mencegah kulit dari luka bakar, jenggot juga mampu melindungi Anda dari kanker.



Terhindar dari jerawat
Ketika Anda memiliki jenggot, maka kemungkinan sangat kuat rambut-rambut tersebut membuat kulit menjadi halus. Menurut ThoughtCatalog.com disebutkan bahwa rias wajah dapat membantu menyebarkan bakteri penyebab jerawat. Ketika Anda memiliki jenggot, maka kulit tidak akan terkena make up, namun sebaliknya bisa diberi perawatan rambut yang tepat.



Memberi rasa keyakinan dan kekuatan
Menurut Jebiga.com disebutkan bahwa jenggot dapat memberikan para pria rasa kekuatan serta keyakinan. Hal ini juga bersangkutan dengan sebuah penelitian yang dilakukan oleh 64 laki-laki dan 64 perempuan. Disebutkan bahwa jenggot bagi laki-laki merupakan tanda dari munculnya sifat dewasa, daya tarik dan kesehatan.



Filter alami
Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa kumis dapat menjadi alergen mikroskopis dan berdampak pada pengurangan risiko demam serta alergi lainnya. Di sini jenggot ternyata diteliti lebih dari itu. Jenggot juga dapat menjadi alergen yang dapat menjaga kesehatan udara dari dan menuju mulut. Sehingga bakteri yang terbawa udara menuju mulut dapat disaring.



Sedikit keriput
Efek samping lainnya jika Anda memiliki jenggot adalah tidak terlalu banyaknya kulit terkena sinar matahari. Sedangkan Kita tahu bahwa terlalu banyak terkena sinar matahari dapat menyebabkan keriput. Oleh sebab itu, jika Anda ingin lebih terlihat muda, sebaiknya tumbuhkanlah jenggot.



Mengurangi risiko terkena penyakit gusi
Sejalan dengan membantu menyaring bakteri ke mulut, jenggot juga teryata dapat mengurangi risiko Anda terkena berbagai macam penyakit gusi. Namun perlu dicatat bahwa Anda tetap harus rajin menyikat gigi. Sehingga anggap saja jenggot merupakan perlindungan ekstra bagi mulut Anda.



Menjaga kelembapan kulit
Perlu diketahui bersama, ketika Anda selalu mencukur habis jenggot, maka pori-pori kulit akan terbuka, bahkan bisa muncul luka pada wajah. Selain itu area yang habis rambutnya tersebut akan mengering, sehingga membuat kelembaban kulit berkurang dan mengelupas. Oleh sebab itu, biarkanlah jenggot tumbuh secara alami sebagaimana rambut menjaga kulit kepala.



Mencegah infeksi bakteri lainnya
Bila Anda memiliki jenggot, maka pori-pori kulit secara alami akan terlindungi dari bakteri penyebab infeksi. Bakteri-bakteri tersebut dapat bersumber dari mana saja dan bisa jadi sangat berbahaya. Ketika Anda mencukur jenggot, maka ini seperti portal yang akan mempersilahkan bakteri untuk lebih mudah masuk ke dalam mulut.

Dengan ilmu segala sesuatunya pasti mudah


Dengan ilmu segala sesuatunya jadi mudah. Luar biasa sekali kehidupan orang – orang yang menyadari bahwa manfaat ilmu itu sangat penting bagi kehidupan. Mari kita belajar dari kisah di bawah ini

Alkisah, ada seorang marketing sepatu dikirim ke Afrika. Begitu sampai di Afrika, di sana ia melihat ternyata tidak ada satu pun orang Afrika yang memakai sepatu. Ia lalu merenung dan menimbang-nimbang. Dua hari kemudian ia menelepon manajernya

“Bos di Afrika tidak ada orang yang memakai sepatu. Rasanya saya tidak mungkin menjual sepatu di sini. Jadi saya putuskan untuk kembali ke negara besok.”

Begitu marketing ini kembali ke negaranya, sang manajer langsung mengirim marketing sepatu kedua ke Afrika. Sesampainya di Afrika, marketing kedua juga sama melihat kenyataan bahwa tidak ada seorang pun di Afrika yang memakai sepatu. Setelah merenung dan menimbang-nimbang. Dua hari kemudian ia menelpon manajernya. Namun yang disampaikan nya berbeda dengan marketing sepatu yang pertama.

“Bos anda telah mengirim saya ke tempat yang tepat.”  “Bagaimana mungkin kamu bisa bilang itu tempat yang tepat, katanya di Afrika tidak ada seorangpun yang memakai sepatu?”  tanya sang manajer. “Justru itu Bos kesempatan kita. Ijinkan saya tinggal selama dua tahun di sini. Saya akan menyampaikan indahnya bersepatu dan sehatnya bersepatu bagi orang Afrika. Saya yakin kita akan menjadi leader produk sepatu di Afrika.”

Dan tahukah anda, akhir dari cerita ini adalah kini, di abad ini, sudah seluruh orang Afrika memakai sepatu. Pikiran mereka sudah terbuka mengenai indahnya bersepatu, sehatnya bersepatu. Dan itu semua berkat jasa dan usaha marketing sepatu kedua yang cerdas. Maka ilmu adalah kuncinya. Dengan ilmu segala sesuatunya menjadi mudah, karena ilmu adalah kunci memecahkan persoalan. Ilmu adalah panduan bagaimana cara kita menyikapi dan menghadapi masalah. Masalahnya boleh sama tetapi cara menyikapinya berbeda-beda. Ada orang yang mampu menyikapi masalah dengan tenang, tapi ada juga orang yang justru menghadapi masalah dengan marah dan kecewa. Semua itu tergantung dari seberapa banyak ilmu yang kita miliki.

Sebagai contoh suatu saat kita sedang berkendaraan. Tiba-tiba ada orang yang menyeberang jalan seenaknya. Sampai-sampai hampir tertabrak oleh mobil atau motor yang sedang kita kendarai. Lantas kita marah kepada orang tersebut bahkan sempat keluar kata kata cacian dan makian dari mulut kita. Namun di sisi lain ada pula orang yang menyikapinya dengan cara yang berbeda. Ia tidak marah. Juga tidak mencaci. Melainkan memohon ampun dan bersyukur kepada Allah karena ia yakin bahwa Allah telah menghindarkan dirinya dan penyeberang jalan tersebut dari terjadinya tabrakan

Itulah bedanya pengendara pertama dan kedua. Pengendara pertama masih kurang ilmunya sehingga hanya mengandalkan emosi, sedang pengendara kedua bagus ilmunya sehingga mampu mengendalikan emosi dan mengambil hikmah dari kejadian yang baru saja dialaminya.

Pemimpin yang kurang ilmunya hari-harinya pasti diisi oleh banyak kemarahan. Kata-katanya pasti diisi oleh banyak kekecewaan. Dan pikirannya diisi oleh ketidakpuasan terhadap bawahannya. Alhasil para karyawan jadi tidak nyaman bekerja di kantor. Bila pimpinan sakit, mereka juga jadi berdoa agar sakitnya diperlama, bahkan kalau perlu diganti saja sekalian oleh pimpinan lain yang lebih sabar, arif dan bijaksana. Berbeda dengan pimpinan yang berilmu. Hari-harinya senantiasa diisi oleh hikmah dan pengalaman yang justru membuat dirinya semakin menikmati hidup. Semakin luas wawasannya, ia semakin bijak perilakunya. Setiap ada bawahannya yang melakukan kesalahan, tidak hanya ditegur melainkan juga disemangati agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Bahkan pemimpin yang berilmu sekaligus memberikan arahan dan solusi pada bawahan sehingga mereka senang memiliki pemimpin seperti dirinya. Akhirnya setiap permasalahan yang ada jadi mudah dihadapi.

Oleh karena itu pemimpin yang kurang cerdas dalam pekerjaan, bersiaplah untuk mendapatkan cemoohan dari bawahannya, tidak mendapatkan simpati dari bawahannya, tidak dapat menarik kesetiaan dari bawahannya, bahkan yang lebih buruk lagi mungkin digeser posisinya oleh pemimpin baru yang lebih cerdas dan matang ilmunya dibanding dirinya.

Satu lagi bukti bahwa segala sesuatunya mudah dengan ilmu adalah seorang dokter praktik yang memeriksa pasiennya, hanya beberapa menit bisa memperoleh uang lebih banyak  dibanding dengan banyak pekerja lain yang harus memeras keringat dari pagi hingga sore untuk mendapatkannya. Pantas saja, itu karena seorang dokter harus cerdas. Hafal nama nama penyakit dan obatnya. Pengorbanan seorang dokter dalam mencari ilmu dan belajar serta berlatih menangani pasien sangat sebanding dengan rejeki yang diperolehnya kemudian.

Jadi terbukti betapa pentingnya ilmu dalam hidup. Tidak akan pernah ada orang yang sukses kecuali dengan ilmu. Tidak akan pernah ada sesuatu yang mudah kecuali dengan ilmu. Tidak akan pernah ada masalah yang terselesaikan kecuali dengan ilmu. Barangsiapa masalahnya lebih besar daripada ilmu yang dimilikinya, maka dia adalah orang yang paling terhimpit di muka bumi ini. Dan selama Ia tidak mau belajar, maka dia adalah orang yang paling menderita yang hidup di muka bumi ini.

Ibarat anak umur 6 tahun harus mengerjakan soal matematika kelas 1 SMA, tentunya tidak akan sanggup dan hatinya galau. Tapi seorang anak kelas 1 SMP harus mengerjakan soal matematika kelas 1 SD, ia akan tertawa dan tenang hatinya, karena memang ilmunya lebih tinggi dibandingkan masalah yang harus dihadapi.

Kesimpulanya, siapa yang berilmu akan tahu bagaimana cara mengendalikan hidup. Siapa yang berilmu akan tahu bagaimana cara menyelesaikan masalah dan persoalan. Siapa yang berilmu senantiasa mudah mengatasi segala sesuatu yang ada dalam hidupnya. Siapa yang berilmu ialah orang yang telah menetapkan kerja cerdas dalam hidupnya.

Jadikanlah hari hari yang kita lalui adalah hari yang dapat menambah ilmu untuk diri kita. Dan jadikanlah pergaulan kita adalah pergaulan yang dapat menambah ilmu untuk hidup kita. Ilmu itu sangat penting bagi kehidupan kita. Dengan ilmu segala sesuatunya jadi mudah.

MENUNTUT ILMU LEBIH BAIK DARIPADA IBADAH IBADAH SUNNAH



Telah banyak kita ketahui keutamaan-keutamaan menuntut ilmu. Baik keutamaan ilmu itu sendiri, atau keutamaan orang yang berilmu. Juga celaan dan ancaman bagi orang yang tidak berilmu kemudian menjauh dari ilmu.

Kemudian, diantara benuk keutamaan ilmu dan agungnya ilmu adalah “Menuntut ilmu lebih baik daripada ibadah-ibadah sunnah.” Ibnu Nuaim dan Ulama–ulma yang lainnya menyebutkan dari beberapa shabat Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bahw beliau berabda,

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم, فضل العلم أفضل من فضل العبادة وخير دينكم الورع

“Keutamaan ilmu itu jauh lebih baik di bandingka dengan amal amalan yang hukumnya sunnah, dan agama kalian yang paling baik adalah al wara’ (menjauhi syubhat dan maksiat). (HR. Abu Nuaim di dalam kitabnya Hilyatul aulia’)

Dan di dalam riwayat yang lain di sebutkan, bahwa keutamaan menuntut ilmu itu tidak hanya melebihi keutamaan ibadah ibadah sunnah saja, akan tetapi menuntut ilmu juga bisa melebihi keutamaan ibadah haji dan berjihad di jalan Allah ‘azza wajalla Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

عن ابن عباس، قال قال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم: " طلب العلم أفضل من الصلاة والصيام النافلة، والحج والجهاد في سبيل الله عز وجل "

Dari Ibnu Abbas beliau berkata, Rasulullah shallahu ‘alaih wasallam bersabda, “menuntut ilmu lebih afdhal (lebih mulia) dari ibadah shalat dan puasa yang hukumnya sunnah, begitu juga  dari ibadah haji dan  berjihad di jalan Allah.”  (اHadits ini di sebutkan dalam kitab al Amalii asy Syajariah. hal. 47.)

Hadits yang sama juga, diriwatkan secara marfu’ dari ‘Aisyah rhadiallahu ‘anha namun sayang setatus marfu’-nya di permasalahkan oleh para ahli dalam bidang hadits.
Dan banyak sekali perkataan ulama salaf tentang masalah ini. Di antaranya, perkataan Imam Syafii rahimahullah taala,

الربيع يقول سمعت الشافعي يقول طلب العلم "أفضل من صلاة النافلة"

 Ar Rabi’ berkata, aku mendengarkan imam syafii berkata, “menuntut ilmu lebih afdhal (lebih utama) dari shalat sunnah.”

Ungkapan di atas adalah penentu permasalahan ini. Yaitu ilmu lebih baik daripada amalan-amalan sunnah. Sebab,

Jika masing masing antara ilmu dan amal adalah perbuatan wajib maka kedua-duanya dibutuhkan seperti sholat, puasa dan zakat.

Amalan-amaln wajib seperti sholat sangatlah dibutuhkan. Bahkan bisa dianggap keluar dari status muslim orang yang meninggalkan amalan-amalan tersebut, karna dia termasuk rukun islam yang wajib ditegakkan. Namun amalan-amalan tersebut jika tidak didasari dengan ilmu maka dia tidak benar. Maka ilmu di sini juga termasuk wajib. Karna tidak mungkin amalan-amalan tersebut akan ditegakkan melainkan dengan ilmu.

Kemudia beramal tanpa atas dasar ilmu merupakan sesuat yang tercela. Juga termasuk penyerupaan terhadap orang-orang Nasrani. Sedangkan Allah telah menjelaskan bahwa mereka adalah orang-orang yang sesat. Dan menyerupai merekapun hal yang terarang.

 Dari sinilah diambil bahwa, ilmu dan amal adalah wajib. Maka ilmu dan amal dalam kondisi seperti ini sama-sama dibutuhkan. Karna kedua-duanya wajib.

Jika kedua duanya merupakan ibadah sunnah, maka ilmu lebih utama daripada amal.

Seperti pada poin di atas, jika amal itu wajib maka ilmu itupun wajib. Sedangkan jika amalan tersebut bernilai sunnah maka ilmu itu juga bernilai sunnah atau fardhu kifayah. Tapi dalam kondisi seperti ini ilmu lebih utama dari pada amal. Itu disebabakan karna jika orang yang berilmu maka yang mendapatkan manfaatnya dia dan juga orang lain, dibandingkan dengan amal ibadah maka manfaatnya hanya kembali kepada dirinya sendiri.

Jika ilmu bermamfaat bagi dirinya dan juga orang lain maka pahala dan ganjarannyapun dari dirinya dan juga dari oang lain. Oleh karna itu Rasulullah shallallhu ‘alaihi wasallam bersabda,

من دعا إلى هدى كان له من الأجر مثل أجور من تبعه ، لا ينقص ذلك من أجورهم شيئاً ، ومن دعا إلى ضلالة كان عليه من الإثم مثل آثام من تبعه ، لا ينقص ذلك من آثامهم شيئاً.

“Barang siapa yang megajak kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala yang meng mengikutinya, dan tidak berkurang sedikitkpun dari pahala mereka. Dan barang siapa yang mengajak kepada kesesatan maka dia akan mendapatkan dosa seperti dosa orang yang menikutinya dan tidak berkurang sedikitpun dari dosa mereka.” (HR. Muslim, 6980)

Seperti hadits di atas, kita ketahui bahwa tidak mungkin orang bisa mengajak orang lain untuk berbuat amalan-amalan yang baik kecuali dengan ilmu, Karna bagaimana mungkin dia akan mengajarkan orang lain sementara dia tidak memiliki ilmu. Bahkan dengan tanpa ilmu dia akan mengajak orang kepada kesesatan.  Yang  akan berakibat buruk bagi dia yaitu dia akan mendapatkan dosa mereka seperti hadits di atas. Wal’iadzubillah.
 
Ilmu itu manfaatnya terus berlangsung setelah pelakunya meninggal dunia. Sedangkan manfaat ibadah hanya belaku manfaatnya pada saat dia masih hidup saja.
 
Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh rasulullahn shallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya semua amalan anak cucu adam terputus dikala dia meninggal dunia, kecuali dari tiga perkara yaitu amal jariah, anaknya yang sholeh yang mendoakannya, dan ilmu yang dia ajarkanya. Selain yang tiga itu terputus dengan terpisahnya ruh seseorang dengan jasadnya. Rasulullah shalllahu ‘alihi wasallam bersabda,

“Jika anak adam meninggal maka terputuslahn semua amalanya, kecuali dari tiga perkara yang pertama amal jariah, anaknya yang sholeh mendoakan dia dan ilmu yang bermanfaat yang pernah dia ajarkan.”

Itulah beberapa sisi kenapa ilmu itu lebih  utama dibandingkan dengan amalan-amalann sunnah. Namun,

Perlu diketahui 


Bahwa menuntut ilmu dan amal tidak bertentangan sama sekali, bahkan antara ilmu dan amal sangat kuat keterkaitannya satu sama lain. Ilmu tanpa amal tiada artinya, bahkan akan dipertanyakan di akhitrat kelak. Begitupula beramal tidak didasari dengan ilmu maka amalannya akan menyeatkan dia.

Maka jalan yang tepat adalah menuntut ilmu kemudian mengamalkan ilmu yang ia dapatkan. Itulah ilmu yang bermamfaat, ilmu yang mendatangkan keberkahan ilmu yang disebutkan keutamaan-keutamaannya dalam al quran dan As sunnah. Ilmu yang diminta oleh Rasulullah shallalhu’alaihi wasallam.
اللهم إني أسألك علماً نافعاً
“Ya Allah Aku meminta kepada-Mu ilmu yang bermamfaat”

Semoga Allah memberikan kita ilmu yang bermamfaat.....

Motivasi Bagi Penuntut Ilmu dari Perjalan ulama

              

     Ilmu merupakan kebutuhan  manusia paling pokok dan mendasar yang melebihi kebutuhan manusia dari makan dan minum. Sebab manusia membutuhkan  makan dan minum cukup tiga atau dua kali dalam sehari bahkan ada di antara mereka yang makan hanya sekali dalam sehari. Namun kebutuhan manusia terhadap ilmu tidak cukup sekali dua kali ataupun seratus kali akan tetapi manusia membutuhkan ilmu sebanyak hembusan napas. Sebagaimana yang telah dikatakan dan ditegaskan oleh Ibnul Qoyyim Al Jauziah dan ulama yang lainya rahimahumullahu jami'an.

                   Namun perlu diketahui ilmu yang di maksud di atas adalah, ilmu agama yang bersumberkan dari wahyu Allah subhanahu wa ta'ala baik di dalam kalamullah Al qur'an al karim ataupun hadits-hadits Rasulullah shallallhu 'alaihi wa sallam yang shohih.

                   Karna islam merupakan agama yang mencakup segala problematika manusia yang tak akan pernah lepas darinya. Islam mengatur problematika manusia bagaimana berintraksi dengan sesama manusia, begitupula bagaimana manusia berhubungan dengan Allah yang menciptakannya dan segala apa yang ada di dunia ini. Islam telah menjelaskan secara detil dan jelas, sampai sampai adab  atau cara qodho' hajah-pun telah dijelaskan oleh islam. Oleh karna itu Imam al Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits di dalam kitab shahih  mereka bahwa Rasulullah bersabda: “Aku meninggalkan kalian di atas jalan yang putih terag benderang malamnya seperti siang hari, tidaklah salah seorang di antara kalian berpaling darinya kecuali dia akan celaka.”  begitu pula para sahabat Rasulullah mengatakan “tidaklah Rasulullah meninggalkan kita kecuali dia telah menjelaskan semua perkara sampai sampai bagamana burung melambaikan sayapnya kecuali Rasulullah telah menjelaskannya kepada kita.” dan juga banyak ucapan ucapan salafushshalih lainya yang menunjukan hal ini.

                   Setelah mengetahui betapa pentingnya memahami atau mengilmui agama dengan detil, terkadang hanya dengan itu seseorang bisa menjadikanya sebagai motivasi yang cukup untuk menjadi bekal dalam usahanya menuntut ilmu. Namun itu tidak semua orang bisa termotivasi dengannya melainkan membutukan motivasi yang lain, bahkan sebagian orang butuh paksa'an untuk belajar, tentu itu tidak baik.

                   Motivasi untuk menumbuhkan semangat dan cinta terhadap menuntut ilmu sangatlah banyak, seperti mengetahui keutamaan-keutamannya di dunia ataupun di akhirat kelak, atau dengan mengetahui kedudukan orang yang berilmu dengan orang yang idak berilmu. Dan di dalam ayat-ayat al qur'an dan hadits-hadits Rasulullah shallallhu 'alaihi wa sallam sangatlah banyak dalil dalil yang menunjukan betapa agung dan mulianya ilmu, begitupula orang yang berilmu. Semuanya mungkin telah kita ketahui dan pernah kita baca ataupun dengar. Terkadang dengan semua itu belum juga termotivasi, atau termotivasi namun dengan berjalannya beberapa waktu saja semangat itu lenyap, pudar hilang entah kemana.

                   Dalam menuntut ilmu kita sangat membutuhkan motivasi yang mengenang dan selalu mengingatkan ketika penyakit kemalasan dan kebosanan  menimpa, yaitu dengan mengingat dan mengenang betapa semangatnya para pendahulu kita yang sukses dalam menuntut dan menggali ilmu ini, oleh karna itu kita perlu mengetahui perjalanan para ulama' betapa semangatnya mereka dalam menuntut ilmu, bagaimana susah payahnya perjalanan mereka dalam menuntut ilmu, betapa berat coba'an-coba'an yang mereka hadapi, betapa banyak rintangan-rintangan yamg mereka lewati. 

                   Dengan mengetahui kesungguhan dan kegigihan para ulama dalam menuntut ilmu kita akan termotivasi untuk semangat dan semangat dalam menunutut ilmu. Begitupula ketika kejenuhan, kebosanan, dan kemalasan menghantui kita, maka dengan mengingat perjalanan mereka semangat dan kesungguhan kita tumbuh dan hidup kembali.

                   Berikut beberapa kisah dari perjalanan para ulama yang sukses dalam menuntut ilmu. Yang dengannya kita berharap bisa menumbuhkan dan menghidupkan kembali semangat kita dalam menuntut ilmu.

Imam Malik bin Anas menjual atap rumahnya untuk membiayai kehidupanya
demi mendapatkan ilmu
                  
                   Disebutkan dalam buku buku sejarah bahwa ada sosok ulama yang sangat terkenal, diceritakan beliau berkorban sampai menjual atap rumah tempat tinggal bersama keluarganya demi ilmu.
                   Coba kita renungi betapa pentingnya ilmu di sisi imam Malik sehingga beliau menjual atap rumahnya. Yang mana rumah itu tempat tinggal beliau dan keluarganya di setiap keadaan, tempat berteduh ketika hujan turun, tempat bernaung ketika trik panas yang menyengat di siang hari, tempat bersembunyi ketika udara malam dingin yang menggigil. Namun apalah arti semua itu dibandingkan dengan ilmu di sisi Imam Malik, kemudian bandingkan dengan keadaan kia saat ini..!   selama perjalanan menuntut ilmu yang pernah berlalu kita lewati sebesar apakah pengorbanan kita terhadap ilmu yang mulia ini.?! Pengorbanan kita terhadap kebutuhan diri sendiri. Jika dibandingkan dengan Imam Malik sangatlah jauh dan jauh sekali. Walaupun pengorbanan kita tidak sebesar pengorbanan imam malik dan tentu itu tidak akan bisa, paling tidak kita memiliki semangat yang mendekati semangat beliau.

                   Maka tanamkanlah pada jiwa akan penting dan berharganya ilmu ini, agar kita sadar akan penting dan mulianya ilmu. sebagaimana Imam Malik bin Anas rahimahumullah menyadari akan hal tersebut.
                  
Imam Yahya bin Ma'in mengimfakkan semua harta warisanya untuk mencari hadits hingga  tidak memiliki sandal yang dia pakainya.

                   Imam Yahya bin Ma'in adalah salah seorang  ulama jarh wa ta'dil yang sangat terkenal di zamanya. Beliau merupakn salah satu deretan dari guru-guru Imam Al bukhari dan Imam Muslim dan juga para ahli hadits yang lainnya. Beliau lahir pada masa khilafah Abu Ja'far Al manshur. Bertepatan dengan tahun 185 H. Dan ayah beliau termasuk orang kaya di zamanya dan bekerja sebagai sekertaris Abdullah bin Malik.

                   Disebutkan di dalam kitab-kitab sejarah, di antaranya Imam Ibnu Hajar di dalam kitabnya (Tahdzibut Tahdzib: 11/282), ketika ayah beliau wafat dan meninggalkan harta warisan yang sangat banyak yaitu sebesar satu juta lima puluh ribu dirham (1.050.000 dirham) semuanya di infakkan untuk mencari hadits Rasulullah shallallhu 'alaihi wa sallam, dan tidak menyisakan sedikitpun dari harta warisan terebut, sehingga alas kakipun  beliau tidak punya untuk di kenakan.

                   Subhanallah, sebuah kisah yang sangat ajaib dan aneh, jika diceritakan oleh orang biasa, kemungkinan tidak ada seorangpun yang percaya terhadap cerita ini. Namun ini sangatlah nyata dan terjadi pada zaman beliau. Telah diceritakan oleh seorang yang sangat dipercaya dan amanah begitupula berita ini tidak bisa dipungkiri oleh siapapun.

                   Ketika mendengar cerita ini kita terasa terpukul atas keadaan kita sa'at ini. Bagaiman tidak, keadaan mereka sangatlah jauh jika dibandingkan dengan keadaan kita pada s'at ini. Sedangkan angan angan dan cita cita kita tidak jauh berbeda dengan mereka, yaitu ingin mendapatkan ilmu yang banyak. Tapi pernahkah kita bertanya kepada diri kita masing masing, apa yang kita korbankan, apa yang  kita usahakan untuk mendapatkan cita cita yang kita inginkan tersebut?. Coba tanyakan pada diri kita masing masing dan direnungkan.!!

semangat Ibnul Jauzi menuntut ilmu tidak pernah kendor walau dalam keadaan lapar.

 di dalam kitab (shoidul khotir : 2/330) Ibnul Jauzi merceritakan dirinya tentang cobaan dan rintangan yang dihadapi sejak mulai menuntut ilmu, dan bagaimana menghadapi coba'an dan rintangan tersebut dengan pahitnya kesabaran, seakan akan menelan empedu mentah mentah.

                   Beliau berkata; “Di saat aku merasakan manis dan nikmatnya menuntut ilmu, aku menghadapi berbagai macam cobaan dan ujian, bagiku cobaan itu berubah menjadi manis dan lebih manis dari pada madu. Itu semua aku jalani tidak lain demi mendapatkan apa yang aku cari dan harapkan.
“ketika seseorang memiliki tekat tinggi yang melangit,
maka semua rintangan dan halangan menjadi suatu yang dicintai.”
                   “Dulu pada masa kecilku aku keluar mencari hadits hanya berbekalkan roti kering dan sangat keras, ketika hendak memakannya aku pergi dan duduk di atas sungai 'isa (nama sungai di baghdad), karna aku tidak mampu makan roti itu kecuali ketika ada air. Setiap aku makan satu suapan roti aku harus minum karna kerasnya, walaupun demikian tekat kuatku sama sekali tidak merasakanya, sebab aku hanya merasakan betapa lezatnya mendapatkan ilmu. Dan itu membuahkan hasil yang baik bagiku, yaitu tidaklah aku dikenal melainkan sebagai orang yang banyak mendengar hadits Nabi shallallhu 'alaihi wa sallam, adab adab beliau, keadaan beliau dan keadaan para sahabatnya dan para pengikutnya.”
                   Beliau juga berkata: “Aku tidak pernah merasa cukup dengan satu bidang ilmu, bahkan aku belajar hadits, fiqh, bahasa, dan juga bidang ilmu lainnya, dan tidak pernah meninggalkan satu perawi haditspun kecuali aku mendengar darinya begitupula para pemberi nasihat. Dan tidaklah ada orang asing melainkan aku menghadirinya dan mengambil ilmu darinya.”
                   “Aku selalu keliling dari syaikh ke syaikh yang lain untuk mendengarkan hadits, ketika itu tidak jarang aku menemukan musuh musuh yang ingin mematahkan semangatku, bahkan sering kali aku berada di pagi hari dalam keadaan tidak memiliki apapun dari makanan, begitupula aku mendapatkan waktu soreku dalam keadaan lapar tidak mendapatkan apa yang aku makan.”  

Muhammad bin Hasan Asy syaibani tidak pernah tidur malam

                   Disebutkan dalam kitab (miftahus sa'adah wa mishbahus siadah: 2/32) bahwa Imam Muhammad bin Hasan Asy syaibani tidak pernah tidur di malam hari, senantiasa begadang muthala'ah kitab kitab ulama. Di tempat belajarnya beliau menaruh banyak macam kitab dari berbagai bidang ilmu di sekelilingnya seprti, ilmu fiqh, hadits, bahasa dan lainnya. Jika dia bosan dengan bidang ilmu yang satu maka dia berpindah ke bidang ilmu yang lainnya. Dan dia selalu menghilangkan rasa kantuknya dengan air. Dengan mengatakan: “sesungguhnya tidur adalah kepanasan maka hilangkanlah kepanasan itu dengan air.”

Ubaid bin Ya'isy Al kufi Selama tiga puluh tahun disuapi saudarinya jika hendak makan karna sibuk menulis hadits.

                   Sebuah kisah yang mengherankan dan sulit dipercaya namun kenyata'an, terjadi dan tak mungkin dipungkiri. Diceritakan oleh Al hafizh Adz dzhabi di dalam kitabnya (Siaru a'alami an nubala' :11/458). Ammar bin Roja' berkata : Aku mendengar Ubaid bin Ya'isy berkata; “Aku tinggal selama tiga puluh tahun tidak pernah makan malam dengan tanganku sendiri, aku slalu disuapi oleh saudariku sedangkan aku sibuk menulis hadits”.

                   Begitulah dia memamafaatkan waktunya untuk menulis ilmu, begitupula dia tidak pernah lepas dari membaca. Oleh karna itu beliau tidak pernah menyia nyiakan waktunya sedikitpun. Beliau tidak pernah berjalan dari satu tempat ke tempat yang lain kecuai beliau selalu dalam keadaan membaca. Diceritakan sebab wafatnya beliau, pada suatu hari seusai sholat ashar pada hari Jum'at beliau keluar dari masjid menuju rumahnya, sedangkan pendengarannya sudah tidak normal lagi. Beliau tidak mendengar kecuali suara bernada tinggi, sedang ia dalam keada'an membaca buku yang ada pada tanganya. Beliau  tidak tahu kalau di belakangnya ada seekor kuda. Maka beliau ditabrak sehingga beliau tercampakkan ke sebuah selokan. Kemudian beliau diangkat dalam keada'an pingsan dan tidak sadarkan diri. Akhirnya dia dibawa pulang kerumahnya dan meninggal dunia selang dua hari setelahnya.

         Sebenarnya masih banyak lagi kisah kisah para ulama yang lebih dahsyat, lebih memperhatinkan dan lebih menakjubkan yang telah tercatat di dalam kitab-kitab sejarah. Ketika membacanya mungkin kita merasa kalau cerita itu adalah sebuah dongeng piktif belaka, tapi  banyaknya riwayat dan kitab kitab menerangkannya membuat kita tidak bisa berpaling dari kenyataan tersebut.

                   Terkadang terlintas di benak kita kata kata “ Wah itu kan dulu wajar  wajar saja...!!”. tidak, itu bukan zaman dahulu saja, pada zaman kita sekarang inipun ada. Sebagaimana yang di ceritakan oleh salah seorang ustadz, beliau pernah menemukan salah seorang masyaikh yang sangat menghargai waktu. Beliau menceritakan bagaimana syaihk tersebut memamfaatkan waktunya untuk belajar, ketika berhenti di lampu merah dan sambil menunggu lampu hijau menyala, beliau mamfaatkan waktunya untuk membaca.

                   Sunhanallah.! Bayangkan, hanya beberapa menit saja tidak mau kehilangan waktunya. Begitu juga ketika menyetir mobil beliau tidak mungkin bisa nyetir sambil membaca, namun hal tersebut tidak menghalangi beliau untuk menuntut ilmu. Dan beliau memerintahkan salah seorang untuk membaca dan beliau mendengarkan. Dan cerita cerita seperti ini sangatlah banyak.

                   Setelah membaca kisah perjalanan para ulama dalam mengejar dan mencari ilmu. Sedih dan sengsaranya yang mereka hadapi untuk mendapatkan ilmu, seyogyanya kita berpikir dan membandingkan keadaan mereka dengan keadaan kita pada saat ini. Betapa jauh pengorbanan yang mereka alami di bandingkan dengan kita sedang mereka  adalah contoh dan tauladan yang harus kita tiru dan ikuti.
                   Dengan membaca kisah kisah perjalanan para ulama dalam menuntut ilmu tentu semangat menuntut ilmu kita akan tumbuh dan menggebu gebu bagaikan percikan api bertemu dengan tumpahan bensin, pasti api akan mebara dan berkobar dan siap melahap apapun yang didekatnya. Kisah kisah tersebut sangatlah banyak dan bisa dibaca di kitab kitab para ulama seperti kitab “Tadzkiratul Huffazh, shopahat min shobril ulama.” dan banyak lagi kitab kitab yang lainnya.

Inilah Pentingnya Ilmu


Saudaraku, Sesungguhnya Allah SWT telah menganugerahkan akal dan pikiran kepada kita selaku manusia ciptaan-Nya. Hal ini tentunya bukan hanya untuk penghias diri dan pembeda saja, melainkan untuk digunakan semaksimal mungkin. Salah satunya untuk mencari ilmu. Ya, ilmu adalah sesuatu yang sangat penting. .

Dikutip dari buku Falsafah Hidup, Karya: Prof. Dr. Hamka Untuk dapat melakukan segala sesuatu, maka diperlukan ilmunya. Oleh sebab itu, tidak salah lagi bahwa ilmu harus lebih dahulu daripada amal atau perbuatan. Yaitu bekas yang terlukis di otak orang yang berilmu di dalam perkara yang telah diketahuinya. Ibarat seorang tukang gambar yang hendak memulai melukiskan gambarnya, lebih dahulu telah ada rupa gambar itu di dalam otaknya, barulah dilukiskannya.

Tetapi iman atau kepercayaan lebih tua pula dari ilmu. Iman adalah menjadi dasar dari ilmu. Itulah sebabnya, nabi-nabi lebih dahulu menanamkan iman daripada menyiarkan ilmu. Ayat-ayat yang diturunkan Allah di Mekkah lebih banyak mengandung rasa iman, dan yang diturunkan di Madinah lebih banyak mengandung ilmu.

Baca juga: Astaghfirullah, Rupanya Ini Nasib Orang Meninggal dalam Keadaan Mengutang

Setelah sempurna iman, mereka disuruh membenarkan, setelah itu dikemukakan segala macam alasan dan dalil, disuruh pula mengiaskan kepada perkara-perkara yang lain. Perkataa ini dikuatkan oleh sahabat Juandab. Dia berkata bahwa sebelum mereka dewasa, lebih dahulu mereka diajarkan iman dan setelah itu baru diajarkan Quran, dan barulah pelajaran iman itu bertambah-tambah.

Permulaan iman itu didengarkan dengan telinga. Setalah mafhum pendengaran, barulah diikrarkan dengan lidah. Apabila telah diikrarkan dengan lidah, maka iman yang telah ada di dalam hati itu bertambah teguhlah. Apabila iman telah teguh, ilmupun bisa pula bertambah, bertambah lama bertambah banyak. Karena pendengaran dengan telinga dan ucapan dengan mulut tidaklah akan bermanfaat kalau urat keyakinan dan makrifat yang ada dalam hati tidak terhujam kuat.

Maka dari sanalah kumpulan dan sumber ilmu, yaitu dari mata lahir dan mata batin. Mata lahir ialah penglihatan mata, pendengaran telinga dan ucapan mulut. Mata batin ialah hati yang percaya kepada ilmu itu, serta yakin dan makrifat. Apabila hati telah bersedia, barulah akan timbul cahaya petunjuk dari Allah, yang bernama “Hudan.”

KISAH PERJALANAN HIDUP IMAM AL GHAZALI DALAM MENUNTUT ILMU


Suatu malam disaat orang sedang terlelap, Syekh Abdul Wahab Rokan yang saat itu masih muda dan sedang berguru kepada Syekh Sulaiman Zuhdi di Jabbal Qubis Makkah sedang membersihkan kamar mandi Gurunya menggunakan kedua tangannya tanpa merasa jijik dan melakukan dengan penuh ikhlas. Di saat Beliau melakukan tersebut, tiba-tiba Guru Syekh Sulaiman Zuhdi lewat dan berkata, “Kelak tanganmu akan di cium raja-raja dunia”. Ucapan Gurunya itu dikemudian hari terbukti dengan banyak raja yang menjadi murid Beliau dan mencium tangan Beliau salah satunya adalah Sultan Musa al-Muazzamsyah, Raja di Kerajaan Langkat, Sumatera Utara. Kisah berguru dalam ilmu hakikat mempunyai keunikan tersendiri, seperti kisah Sunan Kalijaga yang menjaga tongkat Gurunya dalam waktu lama, dengan itu Beliau lulus menjadi seorang murid. Berikut kisah Ulama Besar Imam Al-Ghazali memperoleh pencerahan bathin bertemu dengan pembimbing rohaninya, kisah ini saya di kutip dari Buku Tuntunan Mencapai Hidayah Ilahi hal. 177, 178. Karya Imam Al Ghazali  dari web dokumenpemudatnqn.net.

Imam Ghazali seorang Ulama besar dalam sejarah Islam, hujjatul islam yang banyak hafal hadist  Nabi SAW. Beliau dikenal pula sebagai ahli dalam filsafat dan tasawuf  yang banyak mengarang kitab-kitab.

Suatu ketika Imam Al Ghazali menjadi imam disebuah masjid . Tetapi saudaranya yang bernama Ahmad tidak mau berjamaah bersama Imam Al Ghazali lalu berkata kepadanya ibunya :

“Wahai ibu, perintahkan saudaraku Ahmad agar shalat mengikutiku, supaya orang-orang tidak menuduhku selalu bersikap jelek terhadapnya“.

Ibu Al Ghazali lalu memerintahkan puteranya Ahmad agar shalat makmum kepada saudaranya Al Ghazali. Ahmad pun melaksanakan perintah sang ibu, shalat bermakmum kepada Al Ghazali.Namun ditengah-tengah shalat, Ahmad melihat darah membasah perut Imam. Tentu saja Ahmad memisahkan diri.

Seusai shalat Imam Al Ghazali bertanya kepada Ahmad, saudaranya itu : “Mengapa engkau memisahkan diri (muffaragah) dalam shalat yang saya imami ? “.  Saudaranya menjawab : “Aku memisahkan diri, karena aku melihat perutmu berlumuran darah “.

Mendengar jawaban saudaranya itu, Imam Ali Ghazali mengakui, hal itu mungkin karena dia ketika shalat hatinya sedang mengangan-angan masalah fiqih yang berhubungan haid seorang wanita yang mutahayyirah.

Al Ghazali lalu bertanya kepada saudara : “Dari manakah engkau belajar ilmu pengetahuan seperti itu ?” Saudaranya menjawab, “Aku belajar Ilmu kepada Syekh Al Utaqy AL-Khurazy yaitu seorang tukang jahit sandal-sandal bekas (tukang sol sepatu) . ” Al Ghazali lalu pergi kepadanya.

Setelah berjumpa, Ia berkata kepada Syekh Al khurazy : “Saya ingin belajar kepada Tuan “. Syekh itu berkata : Mungkin saja engkau tidak kuat menuruti perintah-perintahku “.

Al Ghazali menjawab : “Insya Allah, saya kuat “.

Syekh Al Khurazy berkata : “Bersihkanlah  lantai ini “.

Al Ghazali kemudian hendak dengan sapu. Tetapi Syekh itu berkata : “Sapulah (bersihkanlah) dengan tanganmu“. Al Ghazali menyapunya lantai dengan tangannya, kemudian dia melihat kotoran yang banyak dan bermaksud menghindari kotoran itu.

Namun Syekh berkata : “Bersihkan pula kotoran itu dengan tanganmu“.

Al Ghazali lalu bersiap membesihkan dengan menyisingkan pakaiannya. Melihat keadaan yang demikian itu Syekh berkata : “Nah bersìhkan kotoran itu dengan pakaian seperti itu” .

Al Ghazali menuruti perintah Syekh Al Khurazy dengan  ridha dan tulus.

Namun ketika Al Ghazali hendak akan mulai melaksanakan perintah Syekh tersebut, Syekh langsung mencegahnya dan memerintahkan agar pulang.

Al Ghazali pulang dan setibanya di rumah beliau merasakan mendapat ilmu pengetahuan luar biasa. Dan Allah telah memberikan Ilmu Laduni atau ilmu Kasyaf yang diperoleh dari tasawuf atau kebersihan qalbu kepadanya.

PENTINGNYA MENUNTUT ILMU DALAM AGAMA ISLAM




Sebagai Umat Muslim (orang) Agama Islam. Kita harus belajar secara teratur (Long Live Education). Belajar dalam islam mencari pengetahuan sehingga kami dapat untuk hidup di dunia dan persediaan untuk memperoleh akhirat. Hal-hal yang penting tentang ilmu apa yang harus kita pelajari akan berpengaruh dan-bersedia untuk dapat menangani kami untuk hidup dalam sebuah dunia yang ada, kita bisa membuat hidup untuk kebutuhan hidup.

Ilmu Adalah Bunga-bunga Ibadah
Kita harus memahami juga untuk apa kita hidup di dunia ini. Allah menciptakan makhluknya hanya untuk beriman dan bertakwa kepadaNya. Jadi semua hal di dunia yang telah dan akan kita lakukan, semua ditujukan hanya pada Allah. Cara-caranya adalah dengan senantiasa melakukan perbuatan baik. Apakah perbuatan baik itu? Perbuatan baik adalah semua pikiran, perkataan dan tingkah laku yang berniat baik dan dilakukan dengan sikap-sikap terpuji untuk menciptakan kedamaian dan keindahan dalam hidup. Perbuatan baik adalah kunci dari ibadah. Baik ibadah kepada Allah maupun ibadah kepada manusia (termasuk pada diri sendiri). Dalam hal ini ilmu adalah salah satu perbuatan baik yang memiliki dampak positif. Dampak tersebut bisa diterima bagi penerima maupun pemberi ilmu. Itulah arti penting ilmu yang tidak bisa diremehkan begitu saja. Setiap hal di dunia memerlukan ilmu. Sebab kelebihan yang dimiliki manusia adalah akal. Dengan akal maka manusia dapat berpikir dan mempergunakan pikirannya untuk memperoleh dan mengamalkan ilmu. Menuntut ilmu sebaiknya jangan dianggap kewajiban tetapi sebuah kebutuhan yang asasi dan sangat penting. Menuntut ilmu dapat mengembangkan pola berpikir seseorang sehingga dapat memudahkan dalam menjalani kehidupan. Orang yang menghargai ilmu dan mengamalkannya dengan baik maka hidupnya akan menjadi damai dan sejahtera. Tak jarang manusia menyepelekan ilmu sebab untuk menuntut ilmu memerlukan biaya dan waktu yang lama. Mereka adalah orang-orang yang tidak bisa membuka hati dan pikirannya untuk menerima ilmu. Apabila kita telah membuka hati dan pikiran kita untuk menerima bahwa ilmu itu ada dan berguna, maka dengan sendirinya diri kita akan terbiasa menuntut ilmu karena kebutuhan hidup selalu berkaitan dengan ilmu. Menuntut ilmu tidak akan terasa sulit. Karena pada dasarnya manusia memiliki minat dan bakat. Fenomena itulah yang seharusnya dipupuk untuk mengarahkan perjalanan kita dalam menuntut ilmu. Ilmu merupakan suatu hal yang obyektif dan fleksibel. Siapapun dan dimanapun dapat mempelajari ilmu. Entah itu ilmu yang berkaitan dengan sosial, budaya, ilmu pasti, moral, dan masih banyak lagi ilmu yang bisa kita pelajari. Menuntut ilmu akan menjadi suatu kegiatan yang menyenangkan bila kita udah memahami makna menuntut ilmu dan telah membulatkan tekad untuk pantang menyerah dalam mengembangkan kemampuan demi memajukan hidup kita.

Semua aktivitas manusia di dunia ini sebenarnya adalah untuk membuat hidup yang indah. Ketika diungkapkan dengan ekspresi bahasa maka dapat dikatakan bahwa ilmu pengetahuan adalah bunga ibadah. Sains adalah decorator manusia menyembah Allah kepada sesame manusia dan untuk diri sendiri. Ketika ilmu pengetahuan belajar sungguh-sungguh dan berikan itu yang terbaik untuk yang terbaik itu akan sangat indah manfaat yang dicapai. Tapi ketika studi sains dengan setengah-setengah dan digunakan sebagai dia kehendaki tanpa mengetahui tujuan atau tidak, maka ilmu itu akan merusak keindahan. Ini sangat penting bahwa kita mengerti untuk tidak ceroboh menggunakan ilmu pengetahuan dalam kehidupan kita. Ilmu terbaik adalah ilmu yang mempelajari maksud anda bisnis dengan baik dan tulus untuk menerimanya di jalan Tuhan yang maha kuasa melalui kehidupan kemanusiaan sebagai broker.

Cerminan Akhlak Mulia Adalah Ilmu yang Baik

Akhlak kita sebagai umat muslim dapat dicerminkan dari perilaku kita sebagai insan penuntut ilmu. Apapun yang kita perbuat selama masih dalam norma yang benar maka akan menampakkan akhlak yang baik. Ilmu yang dimiliki seseorang dapat mencerminkan akhlaknya. Ilmu mengandung tatanan-tatanan yang sistematis dan mampu membentuk watak seseorang. Seperti apa ilmu yang dimiliki seseorang maka seperti itulah kira-kira cerminan akhlaknya. Insan muslim yang berilmu pasti akan memperlihatkan bentuk tingkah laku dan perkataan yang dapat diterima oleh akal sehat dan mencerminkan kesopanan serta pribadi yang baik. Misalnya adalah sikap disiplin, rajin, ramah, sopan, penyayang, suka menolong, hal-hal tersebut merupakan sikap seorang yang memiliki akhlak baik dan berilmu. Kita sebagai umat muslim harus senantiasa meningkatkan ilmu yang kita miliki dan mengembangkannya untuk masa depan. Dengan demikian kaum muslim dapat memberi contoh akhlak yang baik bagi semua umat manusia di muka bumi ini. Berangkat dari tujuan di atas kita dapat menelusuri sebuah ayat Al-Qur’an yang berbunyi : “lakum diinukum wa liyadiin” yang artinya “bagimu agamamu dan bagiku agamaku” (surat Al-Kaafirun : 6). Ayat tersebut menerangkan bahwa agama Islam tidak dapat disamakan dengan agama manapun. Hal tersebut merupakan suatu pemahaman dasar tentang Islam yang harus kita garis bawahi. Namun untuk implementasi dalam kehidupan sehari-hari, tidak masalah bila kita sebagai kaum muslimin memeberikan contoh akhlak yang baik bagi umat manusia lain dari semua agama. Apa yang disebut amal di dunia ini didasari dengan ketulusan niat dan beramal tidak dibatasi untuk satu agama saja. Namun tetap harus berpegangan pada aturan-aturan agama Islam sebagai hukum dasar yang mengarahkan langkah-langkah kita dalam menjalani kehidupan bersama segala jenis manusia dan agama.

Bagaimana dengan semua keadaan yang dijelaskan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa salah satu pemikiran yang kita harus berhati-hati dan jangan ruam di urutkan terkait dengang agama. Karena hal-hal yang terkait dengan hak agama dan sensitif. Hal yang masalah orang memiliki preferensi. Dengan Allah, sehingga dalam hidup penerjemahannya setiap hari tidak dapat main. Kita tidak bisa hanya berpura-pura untuk menggunakan hukum Islam (Al-Qur ' an dan al-Hadits) untuk membuat bergabung tanpa pengetahuan tentang Islam yang matang.

Mencari ilmu adalah kebutuhan yang akan menjadi kewajiban bila sudah ditanamkan dalam hati. Hal tersebut sangat penting karena akan menjadi bekal manusia di dunia dan di akherat. Islam dianggap sebagai agama pemersatu bangsa dan agama Islam sebagai rahmatan lil alamin. Kita sebagai umat muslim akan menjadi orang yang merugi bila tidak menuntut ilmu. Sebab Nabi Muhammad SAW pernah bersabda : “Tuntutlah ilmu meskipun sampai ke negeri Cina”. Sabda nabi tersebut menunjukkan bahwa ilmu sangatlah berharga. Ilmu yang kita miliki baru akan berharga bila sudah diamalkan di jalan Allah. Dengan demikian kita akan mampu meningkatkan amal ibadah kita kepada Allah SWT.

Kategori

Kategori